Minggu Biasa XXXII: Hidup Baik Akan Berakhir dengan Baik

Bacaan Lukas 20:27-38

(Bacakan Injilnya terlebih dahulu dari Injil Lukas 20:27-38)

Adik-adik, ada seorang anak yang bernama Albertus, dia selalu berbuat jujur dan rajin berdoa.
Suatu hari, waktu Albertus sedang berada di kelas, Albertus menemukan sebuah pensil yang tergeletak di lantai, pensil itu bagus sekali.
Kelihatannya pensil itu mahal harganya.

Karena Albertus tidak tahu milik siapa pensil itu, maka Albertus mengambilnya dari lantai.
Tapi tiba-tiba, Santoso yang sedang melintas di kelas itu, berteriak, “Ibu guru, Albertus mencuri pensil Jenni!”

Lalu Ibu guru datang menghampiri Albertus.
“Apakah benar kamu mau mencuri pensil milik Jenni, Albert?”
“Sa..saya..tidak bermaksud mencuri, Bu?”, sahut Albertus sambil ketakutan.
“Tapi Santoso melihatmu mengambil pensil itu, Albert!”

Santoso sebenarnya tidak suka berteman dengan Albertus, karena menurut Santoso, Albertus itu selalu mendapat pujian dari Ibu gurunya karena selalu berbuat baik dan selalu menolong teman-temannya.
Maka hari ini, senanglah Santoso karena sudah berhasil menuduh Albertus mencuri.

“Ibu guru, tadi pensil ini saya ambil, karena saya ingin memberikannya kepada Ibu guru untuk dikembalikan ke pemiliknya dan karena saya tidak ingin ada seseorang menginjak pensil ini, jadi saya memungutnya dari lantai.”

Sungguh, saya tidak ingin mengambil barang yang bukan milik saya, Ibu.
Karena mama selalu memberitahu saya untuk tidak mengambil barang yang bukan milik saya dan mama selalu memberitahuku bahwa Tuhan selalu melihat segala perbuatan kita dan jika kita selalu berbuat hal-hal yang baik, yang berkenan dihadapan-Nya maka kelak kita akan memperoleh hidup yang kekal di dalam sorga bersama Bapa.

“Baiklah, Ibu guru percaya padamu, Albertus.”
“Sekarang kembalikanlah pensil itu kepada Jenni ya..,” kata Ibu guru.

Santoso menjadi semakin benci terhadap Albertus, “uhh..kali ini Albertus tidak jadi dihukum Ibu guru!”, pikir Santoso.
Dihari berikutnya Albertus kembali menemukan selembar uang Rp. 50.000,- di atas lantai dekat kelasnya.

“Wah, banyak sekali uang ini”, pikir Albertus.
“Hmm..ambil tidak yaa?”, Albertus takut kejadian kemarin terulang kembali saat Albertus memungut pensil itu, ia takut Santoso akan kembali meneriakinya.

Ada pergolakan di hati Albertus.
Namun, akhirnya dia teringat akan apa yang selalu disampaikan mamanya bahwa Tuhan selalu melihat segala perbuatan kita. Jadi, ingatlah agar kita selalu berbuat yang baik.
Dan jangan takut jika kita ingin berbuat baik.
Akhirnya Albertus mengambil uang tersebut dan segera memberikannya kepada Ibu guru.
Hati Albertus menjadi gembira saat dia sudah melakukan perbuatan yang baik.

Adik-adik, dalam Injil hari ini, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita selalu hidup baik dan Yesus telah berjanji, bahwa jika kita mencintai dan percaya kepada-Nya, kita akan hidup selama-lamanya bersama Dia di surga.

Kita harus percaya tentang adanya kebangkitan dan kehidupan kekal di surga ya.
Sama seperti kita percaya bahwa Yesus pun sudah benar-benar bangkit.

Setiap hari, setiap saat kita harus selalu berbuat baik, jujur, menaati firman Tuhan yang ada di Kitab Suci, itulah bekal untuk kita nanti menuju surga.

Bahan kreativitas:

Membuat hiasan dari gelas plastik bekas dan sedotan

2016-10-31-22-28-57-163

 Bahan yang dipakai :

Gelas plastik bekas air minum Aqua berukuran kecil dan sedotan plastik

Print gambar dibawah ini dikertas berukuran A4, gunting sesuai pola, beri warna agar menarik, setelah itu tempelkan di bagian atas sedotan dengan menggunakan double tape, setelah itu beri lubang bagian bawah gelas plastik, kemudian masukkan sedotan tersebut ke dalam lubang untuk pegangan (lihat contoh jadinya).

print1

Print gambar dibawah ini dikertas berukuran A4, gunting sesuai pola, beri warna agar menarik, setelah itu tempelkan di bagian dalam gelas aqua dengan menggunakan double tape

print2

Tinggalkan Balasan